Minggu, 30 Januari 2011

Tetanggaku Idolaku Ngajak Ngentot Memeknya Basah

Ternoda - Disebelah rumahku,ada binor yang sangat cantik dan bahenol bernama,Endang. Mbak Endang ini sangatlah cantik dan seksi karena dl sebelum menikah merupakan idola para pria dikampung. Meski sudah menikah pun,bbrp pemuda desa masih juga menaruh simpati ( atw mgkn jg nafsu ) kepada Mbak Endang. Umur Mbak Endang terbilang cukup muda,baru 27 tahun dan belum dikaruniai momongan. Suaminya pun terlihat sangat jarang pulang kerumahnya,karena disibukkan tugas keluar kota. Suami Mbak Endang pun terkadang pulang sekitar seminggu sekali,itupun hanya bbrp hari dirumah kemudian pergi lagi. Akupun sering bertemu dengan Mbak Endang saat lewat didepan rumahnya. (Kami cukup akrab karena dulu sewaktu kecil Mbak Endang sering bermain jgh denganku.) Dan akupun selalu berkhayal bisa menikmati tubuh Mbak Endang. Suatu hari,saat aku lewat didepan rumah Mbak Endang,aku dipanggil. Mbak Endang kala itu tengah duduk di teras rumahnya. Akupun menghampiri dan terlibat obrolan kecil.
 Ternoda - Cerita sex Dewasa
"Mas,nanti malam saya minta tolong diantarkan ke persewaan DVD,bisa gak ?" tanya Mbak Endang.
"Bisa aja. Tapi kalau blh tau suami mbak blm plg ? koq tumben minta dianterin saya ?",tanyaku.
"Belum pulang,mas.Katanya sih sekitar 4 hari lagi baru pulang. Aku mau minta tlg ke anak warnet depan,rada risih.Habisnya sering godain.",jawab Mbak Endang.
Disela pembicaraan kami,aku melihat Mbak Endang hanya menggunakan daster tipis sedikit menerawang,yang membuatku mulai berpikiran sedikit mesum.
"Jadi gmn,mas ? bisanya jam brp ?",tanya Mbak Endang.
"Terserah mbak aja. Tapi kayaknya jam 7 bagus koq,gak terlalu malam,jg gak terlalu sore."jawabku.
"Ya udah,nanti aku tunggu ya."katanya sambil tersenyum.
Aku hanya mengangguk sembari membalas senyuman manis Mbak Endang.
Pukul 7 malam,aku langsung meluncur dengan motor kermh Mbak Endang yang memang bersebelahan. Hanya berjarak 3 rumah dari rumahku. Mbak Endang pun telah menunggu,dan segera menghampiriku. Kamipun meluncur ke sebuah tempat persewaan kaset DVD. Sesampai disana,aku hanya menunggu diluar,dan Mbak Endang yang masuk kedalam utk menyewa bbrp kaset. (katanya ).
Selang bbrp menit kemudian,Mbak Endang pun keluar dan mengajakku membeli makan terlebih dahulu sebelum pulang. Saat kubonceng dengan motor,Mbak Endang merapatkan payudaranya ke punggungku,hingga membuat "dedek" menggeliat. Kamipun makan disebuah kafe kecil.Tak berapa lama,hujan turun dengan deras. Setelah kami selesai makan,hujan masih belum juga reda. Akhirnya kamipun menunggu dikafe tsb sambil mengobrol. Selang bbrp jam hujan tak juga reda. Memang tak sederas tadi,hanya tersisa gerimis kecil. Akhirnya krn tkt kemalaman,Mbak Endang pun memaksa pulang walau gerimis. ( maklum,kafe itu lumayan jauh dari rumah.) Akhirnya akupun menuruti kemauan Mbak Endang. Baru kami beranjak bbrp meter dari kafe,hujan turun kembali. Jas hujan jg tak kubawa...Sial....pikirku...! Namun Mbak Endang tetap memaksa pulang. Akhirnya kamipun pulang dengan berhujan2 ria. Mbak Endang selama perjalanan,merapatkan tubuhnya ke tubuhku. Lumayan,biar ga dingin,pikirku...
10 menit perjalanan,kamipun sampai dirumah Mbak Endang dengan basah kuyub. Mbak Endang mempersilahkan aku masuk. Sebenarnya aku ingin menolak,tetapi karena melihat pakaian Mbak Endang yang basah kuyub hingga mencetak jelas pakaian dalamnya,aku pun setuju untuk mampir. Mupeng : Mode on
Didalam rumahnya,Mbak Endang menyuruhku menunggu.
"Mas,tunggu sebentar ya. Aku buatin teh anget,skalian aku mau ganti pakaian dulu.",katanya.
Akupun tak berani masuk kermhnya karena keadaanku yang basah kuyub tkt membuat kotor. Kulihat dijam dinding jam menunjukkan pukul 10 mlm. Tak terasa. Lalu,Mbak Endang keluar dengan segelas teh hangat,yg kemudian ditaruhnya di meja ruang tamu. Mbak Endang pun menyuruhku masuk karena tidak enak sama tetangga,dalihnya. Akupun masuk.
"Tapi aku basah gini,mbak. Tkt basahin sofanya.",kataku.
"Ya kalo gitu,mas lepas aja pakaiannya,aku ambilin baju sementara. Gak apa-apa koq,mas. Kita kan berteman dari kecil.Jadi ya anggap aja biasa."katanya sembari menutup pintu rumah.
Kulihat Mbak Endang sudah memakai daster tipis menerawang. Akupun melepas bajuku,sementara Mbak Endang masuk kedalam kamar mengambilkan baju.
"Lho,mas skalian aja celananya aja juga. Kan basah gitu,nanti kedinginan lho yang didalem.",katanya sambil bercanda.
Busyet....mancing-mancing nie....pikirku.
"Nggak enak ahh..mbak.Tkt nanti klo dilihat tetangga bisa kacau.",jawabku.
"Mas kan lihat sendiri tadi,kampung udah sepi kyk gitu karena hujan deras,jadi ya ga ada yang tau lah.Orang jg males keluar kalo cuaca dingin kyk gni.",jelasnya.
Akupun segera melepas celanaku,dan hanya menyisakan boxer yang menempel.
Mbak Endang duduk berhadapan denganku. Saat aku melepas celanaku,dia tampak mengamatiku. Saat aku memergokinya sedang memperhatikan bagian bawahku,dia langsung memalingkan pandangan. Setelah aku hanya berbalut boxer,Mbak Endang membawa pakaianku kedalam untuk diangin-anginkan,katanya. Kulihat Mbak Endang kembali dengan membawa baju kering,yang mungkin milik suaminya. saat berada didepanku dan hendak memberikannya,baju itu terjatuh. ( atau mungkin sengaja dijatuhin ),dan Mbak Endang pun membungkuk untuk mengambilnya. Karena memakai daster tipis,saat membungkuk itulah kulihat pemandangan yg slama ini kukhayalkan. Payudara Mbak Endang menggantung dengan indahnya. Rupanya,Mbak Endang tidak memakai bra.
Busyet....pikirku. Mbak Endang tampak sengaja lama membungkukkan badannya,hingga aku menikmati pemandangan itu dengan leluasa. Tak kurasa,pemandangan itu membuat "dedek" bangun dari tidurnya. Karena hari itu aku tidak memakai cd,jadi penis yang berdiri itu tampak menonjol dibalik boxerku. Saat Mbak Endang kembali berdiri dan hendak memberikan baju tsb,dia sempat melirik ke arah si "dedek",denganmimik muka sedikit terkejut. ( atau nafsu..? )
Akupun sempat malu dan menutupinya dengan baju tsb.
"wahh...kenapa mas anunya ? kok berdiri ?",tanyanya.
"ehh....nggak..",jawabku bingung.
"Jangan2 mas membayangkan sesuatu ya,sampe anu nya berdiri gitu...?",candanya.
Udah terlanjur basah,,,basah sekalian...pikirku.
"Mungkin karena ga sengaja liat Mbak pas membungkuk tadi,jadi ga sengaja liat susunya mbak.",jawabku membranikan diri.
"Oh...gara2 itu ya,mas..Aduhh..maaf..mas...aku gak bermaksud membangunkan anunya mas."katanya.
"Tapi sekarang udah bangun,mbak. Gmn d0nk...?"tanyaku nakal.
"Ya gimana donk,mas. Memangnya harus gmn ?"Mbak Endang balik bertanya.
"Ya dibuat ga berdiri lagi,mbak. Tapi ya...karena Mbak yang bikin bangun,jadi Mbak yang tanggung jawab agar ga bangun lagi.",kataku nekat.
"Ohh...jadi itu toh maunya..Aku tahu koq caranya. Aku bisa aja bikin anunya mas gak berdiri dengan cara yg enak,kalo mas mau. Tapi janji jgn ada yang tau soal ini."katanya.
"oke. Janji koq ga bakal ada yg tau.Rahasia kita aja."jawabku sambil mupeng.
Mbak Endang pun tersenyum lalu menarik tanganku dan menuntunku menuju kasur yang berada di depan Tv ruang keluarga. Spotnya tertutup oleh lemari besar,jadi tidak akan terlihat dari sisi depan,pikirku. Akupun duduk di kasur yg beralas lantai itu. Tv pun dinyalakan. Dan Mbak Endang mulai melepas daster tipisnya.
"ini yang bikin anunya mas tadi bangun ?"tanyanya sambil tersenyum kecil.
"kalo yang ini,gmn mas..apa bikin bangun juga ?"tanyanya kembali sambil melepas seluruh daternya hingga dia telanjang bulat.
Aku hanya melotot melihat pemandangan itu. Tubuh Mbak Endang benar-benar montok,kulit bersih terawat. Payudaranya berukuran sekitar 34b,dengan puting berwarna coklat muda.Kulihat lebih kebawah lagi,bulu jembi Mbak Endang dicukur hingga terlihat gundul. Dan itu membuatku semakin bernafsu. Lalu Mbak Endang menyuruhku melepas boxer yang kupakai,dan akhirnya kulepas juga. Mbak Endang menghampiriku yang terduduk di kasur,dan duduk diatas penisku. dalam posisi kupangku,Mbak Endang menciumi bibirku dengan lembut.Kurasakan pula vagina hangat Mbak Endang bergesekan dengan penisku yang sudah sangat tegang. Kami pun berciuman,sambil sesekali kuremas payudara mbak Endang yang kenyal itu dan kumainkan putingnya. Mbak Endang semakin bernafsu. Aku ditidurkannya,dan Mbak Endang mulai menciumi leherku,lalu merambat kebawah,hingga berhenti tepat di penisku. Digenggamnya penisku lalu dikocoknya perlahan.
"Woww...ternyata punya kmu besar jg ya. Panjang lagi. Kalah punya suami Mbak."katanya sambil mengocok penisku.
Lalu Mbak Endang mulai mengoral penisku. Mulanya dijilatinya kepala penisku. lalu dimasukkannya batang penisku ke dalam mulutnya,dan dia mulai melakukan BJ yang sangat nikmat bagiku. 5 menit kemudian,aku meminta Mbak endang untuk terlentang. Giliranku Jilmek,pikirku..
Mbak Endang pun terlentang,pasrah. Dibukanya selangkangannya yg bersih itu dan tampaklah vagina Mbak Endang yang kemerah-merahan dan terlihat sudah becek. Rupanya Mbak Endang sudah "panas" daritadi. Aku pun mulai menjilat bibir vaginanya,dan kumasukkan lidahku kedalam vaginanya. Mbak Endang mendesah. Setelah itu kujilati bagian klitorisnya,hingga membuatnya menggelinjang. Aku terus menjilati vagina Mbak Endang cukup lama. Vaginanya sangat nikmat sekali dan wangi.Itu yg membuatku betah ber"semayam" di lobang surgawi Mbak Endang.
"aagghh.....maass.....ouhh....",desahnya pelan saat kumainkan klitorisnya dengan lidahku.
Tak berapa lama,ternyata Mbak Endang mendapatkan orgasme pertamanya.
"aahhh...mass...aku ...keluarr....agghh.....mmpphh....",rintihnya.
Tubuhnya menggelinjang dan mulutnya mendesah panjang.
Suara desahan itu tertutup oleh suara Tv hingga tak terdengar dr luar. Semoga...

Nikmat sekali cairan hangat yg keluar dari vagina Mbak Endang membasahi lidahku.
"Mas...masukin aja ya...udah ga kuat nahan...",pintanya.
Akhirnya aku meminta mbak Endang untuk nungging. Doggy posisi pertama. Mbak Endang pun menungging,dan perlahan kumasukkan penisku menembus bibir vaginanya yang sudah becek. Bleess....Masuklah semua batang penisku kedalam vagina Mbak Endang.
"uhhhh......",desahnya saat penisku menembus memasuki vaginanya.

Aku bergerak maju-mundur berirama... Mbak Endang terus mendesah tanpa henti.
Vagina mbak Endang terasa msh peret menggigit penisku. Sekitar 10 menit kami ber doggy-ria... Akhirnya,kami berlahi ke MOT... Mbak Endang terlentang,dan mulai kumasukkan penisku perlahan. Dia kembali mendesah. Akupun langsung bergoyang maju mundur.
"Agghhh...mass...teruss.....uhh.......ahhhh....",d esahnya.
Aku terus bergoyang berirama sambil sesekali kumainkan puting Mbak Endang dan kuciumi jg kujilati. 10 menit kemudian,Mbak Endang ingin diatas alias WOT. Akhirnya akupun tidur terlentang,sementara Mbak Endang mulai mengangkangi penisku. Dipegangnya dan diarahkan penisku menuju lubang vaginanya. Setelah kapala penisku mulai menebus perlahan bibir vaginanya,Mbak Endang segera menekan tubuhnya hingga penisku tertanam penuh didalam vaginanya. Mbak Endang mulai bergoyang naik-turun,sambil memejamkan mata menikmati tusukan penisku.
"aahhh....mas....aagghh....uhh......",rintihny a penuh nafsu.
Sementara Mbak Endang bergoyang,aku meremas-remas payudaranya dan sesekali kumainkan putingnya.
"uuuhh.....akuu...mauu..ahhh...keluar...lagi..mass ss....agh......",desahnya.
Rupanya kali ini Mbak Endang mendapatkan Big O. goyanganya jadi tak beraturan,saat Big O mendatanginya.
"aaaggghh,,,,,,mmmphhhhh.......ahh.......ssshhhh.. ."desahnya disaat orgasmenya.
Mbak Endang masih terus bergoyang hingga akhirnya akupun mulai merasakan akan klimaks.
"Mbak...aku mau...keluar...."kataku.
Lalu Mbak endang segera mencabut penisku,dan wajahnya mengarah ke penisku. Tangannya ,mulai menggenggam penisku dan mengocoknya. Mulutnya pun masih menghisap kepala penisku,sambil sesekali dijilatinya. Akupun merasa akan segera memuntahkan lahar panas.
"Mbak.....aku....keluarin...sekarang.....ahh...",d esahku.
Mbak Endang makin mempercepat kocokan tangannya,dan mulutnya semakin menghisap penisku dan menjilatinya. Akhirnya.....

CRROOTT....CROOTT....CROOTT.....!!!!!
Lahar panas muncrat memenuhi rongga mulut Mbak Endang. Nikmat sekali........
Mbak Endang tampak masih Menghisap penisku,dan menjilati kepala penisku,hingga membuat aku merasa kegelian. Mbak Endang menghentikan sejenak hisapannya,dan kulihat dia menelan spermaku. Lalu dia menjilati kembali kepala penisku dan mengulumnya.
Setelah puas "memakan" penisku,akhirnya disudahilah permainan malam itu karena jam sudah menunjukkan hampir jam 12 malam. Begitu cepat waktu berlalu diantara keringat dan lendir yang bertumpahan. Akupun segera mengambil pakaianku di gantungan baju tak jauh dr kasur. Kupakai dengan cepat,dan kamipun menuju ke ruang tamu sejenak utk ngobrol kecil.
"Jangan bilang siapa-siapa,ya..mas..",katanya.
"Pasti koq..."jawabku puas.
"mas tadi puas ? Kalo aku puas banget. Baru kali ini aku ngerasa puas seperti itu,mas. Biasanya sama suamiku paling lama itu 15menit. Suamiku maunya dia cepet keluar,sedangkan aku kan masih tanggung.",jelasnya.
"Jadi mbak puas ya...? Boleh donk kapan2 kita sambung lagi yang kyk td."kataku.
"boleh aja,asal keadaaan mendukung,mas."jawabnya.
"Makasih ya,mbak...Aku kyknya harus pulang dulu. Udah malem. Bahaya klo ada y tau q nginep dsni."pamitku.
"Iya,mas...Makasih jg ya...",jawabnya sambil tersenyum.
Akupun beranjak keluar dan menuntun motorku hingga depan rumah. Masih terbayang dan terasa sisa kenikmatan dengan Mbak Endang mlm itu. Benar-benar malam yang sangat indah.
Saat ini suami Mbak Endang akan segera pulang. Dan itu artinya,akupun harus bersikap profesional dengan bersikap seperti biasanya.

Entah brp hari lagi aku bs mendapatkan kenikmatan tubuh dari Mbak Endang. Sang binor yang haus seks karena tak pernah terpuaskan oleh suaminya yg ternyata Ejakulasi Dini.

1 komentar:

◄ Newer Post Older Post ►
 

Copyright 2011 Desah Asmara is proudly powered by blogger.com | Design by BLog Bamz Published by Template Blogger

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...