Selasa, 11 Januari 2011

Pantat Bahenol, Susu Padat dan Montok 2

Ternoda - Hubunganku dengan Yuli terus berlanjut. Dan kami melakukan persenggamaan beberapa kali di hotel di kotaku, atau hotel di tempat wisata Taman Sari yang dingin. Tapi obsesiku adalah mengajak Yuli ke vilaku di Taman Sari. Aku selalu berpikir bagaimana bisa mengajak perempuan itu ke vilaku, tanpa diketahui istriku. Dan kesempatan itu datang waktu libur sekolah anak-anakku. Anak-anakku ingin berlibur ke rumah kakeknya di kota Surabaya, istriku tentu senang sekali, karena memang sudah lama dia tidak pulang ke rumah orang tuanya. Dengan alasan kesibukan di kantor, aku tidak ikut serta. Aku suruh Martin, sopirku mengantar mereka. Kali ini impianku akan terlaksana, pikirku.

Sehari sebelum keberangkatan keluargaku ke surabaya, aku telepon Yuli, apa besok dia ada waktu. Dia bilang sehari penuh dia kosong, karena anaknya sedang diajak budenya ke solo. Wahhh klop nih, pikirku.

Paginya, setelah istri dan anak-anakku berangkat, kutelpon pak Arman, penjaga vilaku. Aku minta ia merapikan kebun di rumahku. Dan kupesan ke dia, karena di rumah kosong, dia jangan kembali ke vila sebelum aku pulang. Pagi itu aku langsung bersiap-siap. Waktu aku mau keluar dengan mobil jazzku, pak Arman sudah sampai di rumah. Aku ingatkan dia lagi agar menunggu aku pulang. Langsung aku keluarkan mobil, dan di jalan aku telepon Yuli, aku minta dia menunggu di pintu gang.

Singkat cerita kami sampai di vila. Kumasukkan mobil ke dalam garasi, lalu kukunci pintunya. Vilaku halamannya cukup luas, ada empat kamar dan tiap kamar ada kamar mandinya, dan dibagian belakang ada kolam renang kecil. Kugandeng Yuli masuk ke dalam. Sampai di dalam, pintu aku kunci, dan karena sudah lama tidak bertemu, kami langsung berciuman hangat. Tiba-tiba Yuli menghentikan ciumannya. Aku heran, tumben dia minta berhenti.

“Mas, karena buru-buru, aku tadi belum mandi, boleh aku numpang mandi di sini?” tanyanya. 

Langsung aja dia aku ajak ke salah satu kamar, yang memang jarang kami pakai, kecuali untuk tamu. “Di dalam ada handuk bersih, pakai saja,” kataku sambil menunjukkan kamar mandi. Saat Yuli masuk kamar mandi, kututup pintu kamar, dan aku rebahan di tempat tidur, sambil berimajinasi, gaya apa lagi yang akan kami mainkan.
Beberapa menit kemudian Yuli sudah selesai mandi, dia keluar hanya dengan memakai handuk yang melilit tubuhnya. Terus dia duduk disebelahku, kucium aroma tubuhnya yang segar dan wangi. Karena tubuhnya hanya berlilitkan handuk, tentu buah dadanya yang putih dengan semburat biru ototnya bisa kulihat dengan jelas. Sedang asyik mengawasi buah dadanya yang membuat kontolku bereaksi itu, di antara detak jantung yang menghentak keras dan kencang, tiba-tiba Yuli mengubah posisinya dan tidur sambil menyenderkan kepalanya ke bahuku. Baru rambutnya yang harum, dan tubuhnya yang nyaris telanjang, membuatku sesak nafas. Kemudian tangan Yuli sudah mulai membelai-belai daerah tubuhku sekitar dada dan perut. Belaiannya begitu lembut. Rangsangan yang ditimbulkan dari usapannya yang lembut membuat aku semakin birahi. Kontolku semakin berdenyut-denyut siap bertempur. Kemudian Yuli dengan sabar melepas bajuku, terus melepas celana dan Cdku hingga aku telanjang. Lalu dengan gerakan yang gemulai, Yuli berdiri di atas tempat tidur, dan dengan pelan-pelan sekali melepas handuk yang melilit di tubuhnya. 
“Selama ini mas yang memanjakan aku, sekarang giliran aku memanjakan mas Alex,” katanya sambil lenggak-lenggok dengan tubuh yang bugil. Yuli mengangkangkan pahanya, kini tubuhku berada diantara ke dua pahanya, tangannya memijat lembut perut dan dadaku. Karena posisinya seperti itu, otomatis memeknya menempel di tubuhku, dari perut, terus yuli bergerak maju, kemudian memeknya digesek-gesekkan di putingku yang kecil, gantian dari kiri ke kanan, aku bisa merasakan memeknya sudah basah, dan basahan itu menempel di putingku. Dia goyangkan pinggulnya seperti ngebor, sambil tangannya berpindah ke belakang, mengelus buah pelerku, putingku terus dibasahi dengan cairan memeknya, semakin lama semakin banyak. Dengan berjingkat ia maju lagi, tangannya kini mencengkram pinggangku, dan memeknya diarahkan ke mukaku. Aku baru menyadari kalo jembutnya dipotong habis, hingga yang terlihat kulitnya yang putih dan belahan memeknya yang merah. 

Kuimbangi gerakannya dengan menjulurkan lidahku, setiap gerakan Yuli maju mendekat ke mukaku, kujulurkan lidahku di memeknya. Kalo lidahku di memeknya, Yuli sengaja menggesek-gesekkan memeknya, kemudian ditarik mundur lagi, kesempatan itu kugunakan untuk menelan cairan memeknya yang harum. Sambil bergerak seperti itu, Yuli mengeluarkan desis “sssshhhhhh.....akhhhhhhh” 

Lalu Yuli maju lagi, dan lidahku menjulur lagi. Beberapa kali gerakan itu diulangi, gerakan tubuhnya semakin liar. Dan kontolku sudah sangat tegang. Kemudian Yuli mengarahkan memeknya ke leherku, terus turun dan kembali ke putingku, turun lagi ke perut, agak lama dia menggoyangkan pinggulnya di perutku, dan memeknya tepat di pusarku. Karena cairannya semakin banyak yang keluar, pusarkupun jadi basah. Tubuh Yuli terus turun, menggesekkan memeknya di kontolku, aku pikir ia akan memasukkan memeknya ke kontolku, tapi ternyata tidak, ia hanya sekedar lewat. Saat tubuh Yuli sudah sejajar di kakiku, dia kembali maju, kali ini kepalanya yang didepan, dia jilati kontolku sebentar, ia kulum, lalu jilatannya naik ke atas, ke perut, menjilati cairan memeknya yangdi putingku. masih membekas di pusarku, membuat aku geli-geli wueeeenak. Jilatannya terus ke atas, kini bermain-main di putingku, menjilati cairan memeknya sendiri. Setelah habis tak bersisa, naik lagi jilatannya ke leher, membersihkan cairan memeknya yang ada di leherku. Desahannya semakin menggoda.. “oughhh.... oughhhhh...”

Kemudian dia boyangkan pinggunya pelan-pelan, memeknya mencari kontolku. Saat ujung kontolku sudah tepat berada di memeknya, ia turunkan pantatnya pelan-pelan, tiap inci batang kontolku masuk ke memeknya, dia goyangkan pinggulku. Gerakan itu menimbulkan sensasi yang luar biasa. Aku remas payudaranya, terkadang aku juga memilin putingnya yang sudah keras dengan ujung jariku. 

“Ya benar....situ mashhh..” kata Yuli setengah berbisik. "Ssshh .. “Ssshh.. Oohh .. " oohh..” 


Bibir kami saling berpagut dengan penuh nafsu. Yuli menjulur-julurkan lidahnya di dalam mulutku, dan kusambut bibirnya. Kulumat bibirnya, kusedot lidahnya. 

"Aaahh .. “Aaahh.. sshh .. sshh.. Oohh .. oohh.. massssshhh terus mashhhhh.. .. terus..” desahnya. Dengan posisi WOT, Yuli lebih leluasa menggerakkan pinggulnya, mencari kenikmatan untuk memeknya. Dan sodokan kontolku mengimbangi goyangan pantat Yuli, sesekali ia maju mundurkan pantatnya, sesekali ia memutar sambil mengejangkan otot-otot vaginanya yang semakin membuat kontolku berdenyut. 

Makin lama sodokan kontolku makin cepat menghunjam ke dalam memeknya “Ya.. terus mashhh.. terus.. aahh .. aahh.. sshh .. sshh.. Oohh .. oohh.. aahh .. aahh.. terus.. sebentar lagi.. teruuss .. teruuss.. Oohh .. oohh.. aahh .. aahh.. aarrgghh ..” desahan itu kini sudah berubah menjadi teriakan kecil. Sesaat kemudian dia memeluk tubuhku dengan sangat erat sambil menciumku dengan penuh nafsu. Tubuhnya agak bergetar hebat, otot vagina menjepit kontolku kuat. Beberapa saat tubuh Yuli mengejang, menggelepar dengan hebatnya dan diakhiri dengan terkulainya tubuh yuli yang terlihat sangat lemas di sofa. “aku keluaaaaar masssssss akhhhhhh enak bangettttt sayangggg.” Katanya.

kubiarkan beberapa saat kontolku di dalam memeknya. Setelah kurasa jepitannya sudah mengendor, kutarik keluar kontolku, dan kuminta Yuli menungging. Kakinya ditekuk, dengkulnya menopang pantatnya, badannya sorong ke depan, dan tangannya menyangga dadanya. Kontolku yang masih tegang dan berkilat, kumasukkan ke dalam memek Yuli. Dengan sekali sodokan kontolku ambles seluruhnya ke memek Yuli. Kubiarkan kontolku tertanam di memek Yuli, pantatku kumajukan sampai menduduki pantat Yuli, hingga posisi kontolku lurus ke bawah menghunjam memek, kakiku kuletakkan di pinggang Yuli dan telapak kakiku terganjal dengkul Yuli. Posisi kutunggangi seperti ini tentu saja membuat beban Yuli semakin berat. Tanganku merogoh ke depan, meremas toketnya.

Kontolku menghunjam memeknya dengan tegak ke bawah, sampai aku merasa mentok, terkena dinding rahimnya. Gesekan diujung kontolku itu menimbulkan sensasi yang dahsyat. Kugoyangkan pantatku naik turun. Karena kontolku menghunjam lebih dalam, membuat Yuli semakin keenakan. “akkkkkkhhhhh massssssshh.... terusssss sayanggggg.... yeaaahhhhh entot aku sepuasmu sayanggggg.... masukan kontolmu ke memeeeekkkku.....”

Aku merasa dengan menduduki Yuli dan memasukkan kontolku ke bawah itu, otot-otot vagina Yuli makin keras bekerja, berkedut. Dan itu membuat kontolku seperti diempot-empot. “akkkhhhhhh Yuuuuul memmmmmeekkmu ennaaak sayaaaaangggg.... oughhhhhh ....akhhhh....” kataku

Semakin lama pompaanku makin cepat. Karena digenjot dengan RPM tinggi, Yuli sepertinya merasakan kenikmatan yang luar biasa. Tak lama kemudian ia seperti sedang menahan sesuatu, lalu berteriak dan mengerang sejadi-jadinya karena tidak kuasa menahan rasa nikmat yang memenuhi memeknya. Dan kontolku terasa seperti disedot oleh liang kewanitaan Yuli, yang tiba-tiba dinding-dinding kewanitaannya terasa seperti menjepit dengan kuat sekali. “Akkkhhhhh .. Akhhhhhhh.... aku ga tahan masshhhhhh” racaunya. Iya sayang, kita nikmati ajah. Sesaat kemudian "Aaarrgghh .. “Aaarrgghh.. sayaang .. sayaang.. aku keluar lagii .. aku keluar lagii..” kata Yuli. Rupanya dia sudah mencapai O keduanya.
Kukurangi kecepatanku menggenjot memek Yuli supaya ia bisa mengatur nafas. Setelah dia agak tenang, kembali kugenjot memeknya. Aku seperti penunggang rodeo yang terpental-pental karena kuda binal. Satu tanganku memegang toketnya, sedang tangan yang satu memukul-mukul pantatnya yang bahenol dan dipenuhi keringat. Semakin lama goyangan pantat Yuli semakin tambah liar, dan itu memacu sensitivitas kontolku. Aku merasa pejuh di kontolku sudah mulai mendesak mau keluar. “Yullll aakkku mooo keluar sayangggg, gimana...”

Ternoda - Cerita Sex Dewasa
“Saama massshhhhh akuuu jugaaaa.... banjiri memekkku saaaammmmaa pejuhhhhmu masshhhh.... yaaaaaa lebihhhhh kerasssss lagiiii... entoottt akuuuu aku mooo klurrraaaarrr”

Mendengar desahannya genjotanku makin liar, sampai terdengar suara kecipak hasil benturan pantatku dan pantat Yuli yang bahenol, ditambah suara memek yang becek terhunjam kontolku.... Beberapa saat kemudian, aku merasa ujung kontolku sudah siap meledak, kujambak rambut Yuli, otomatis kepalanya mendongak ke atas, dan pahanya terjingkat ke atas. 

Kemudian kurasakan Yuli menjingkatkan pantatnya lebih ke atas, tangannya yang tadi menekuk sekarang tegak. Racauannya makin keras, dan makin basahlah memeknya, kemudian tubuhnya mengejang kuat seperti tersengat aliran listrik, ia menggelinjang hebat, membuat gerakannya semakin tak karuan. Lalu tubuhnya mengejang disertai teriakan....”massssshhhhhhhhhhh........aaaaakuuuuu keeeeluaaaarrrrrrrrr”

“Sama sayanggggggg... oughhhhhhhhhhh.....” Pada saat yang bersamaan.... crottt.... croooott.... crottt.... pejuhku membanjiri memek Yuli. Kutahan kontolku tetap dalam memeknya, dan kutekan lebih dalam lagi. 

Setelah orgasme kami selesai..... tubuhku yang lemas turun dari tubuh Yuli, dan Yuli yang juga sudah lemas langsung merebahkan dirinya di tempat tidur. Aku berbaring di sampingnya sambil mengecup keningnya, “terima kasih sayang, kamu hebat banget....” kataku. Yuli hanya membalas dengan senyum kepuasan.

Setelah itu kami berbaring sambil bicara dan saling memberi rangsangan dengan meraba. “Kamu hebat mas bisa membuat aku tiga kali orgasme. Belum pernah aku alami sebelumnya. Apalagi tadi waktu mas menunggangi aku dari belakang, kontolmu menghunjam dalam ke memekku, rasanya memekku penuh dan nikmat luar biasa.”

Hampir satu jam kami ngobrol, lalu Yuli bangkit mau ke kamar mandi. Saat dia berdiri, kupegang tangannya, kupeluk dia dari belakang dan kuciumi lehernya. “hmmmmm kamu sudah siap tempur lagi sayang?” tanyanya.

Aku letakkan kontolku yang sudah mulai berreaksi ke belahan pantatnya, dan tetap sambil kupeluk dari belakang, kuajak Yuli berjalan keluar kamar menuju kolam renang. Kami berjalan dengan tubuh menempel erat. Goyangan pantat Yuli saat berjalan menggesek-gesek kontolku, membuatnya jadi tegang.
Sampai di kolam renang, kulepaskan pelukanku, kubimbing tangannya, dan kami melangkah ke dalam kolam. Karena kolam renang berada di bagian dalam rumah yang terlindungi dari pandangan dari luar, maka meski kami telanjang tak ada orang dari luar yang bisa melihatnya. Di dalam kolam renang kami bercanda, saling memercikan air. Lalu aku menyelam, sampai di bawah kepalaku kusisipkan diantara paha Yuli hingga menggesek memeknya. Dua kali kuulang gerakan itu, lalu kembali aku ke atas menghirup udara. Terus kuambil ban dalam mobil yang biasa dipakai anakku kalau berenang, kuminta Yuli memakai ban itu sebagai pelampung, kakinya menjuntai di bawah dan tangannya di atas ban, seperti anak-anak yang sedang belajar berenang. 

Lalu tanganku mulai bermain di memeknya, tanganku memegang dan meremas toketnya. Sesekali kulepas tanganku dari memeknya dan beralih ke belahan pantatnya. Kurenggangkan belahan pantatnya dengan kedua tanganku, dan jari tengah tangan kananku menyusup ke lobang anusnya. Yuli memekik saat jariku menusuk lobang anusnya. Lalu kembali kumainkan memeknya, kumainkan klitorisnya dengan jari-jariku. Yuli hanya bisa mendesah keenakan. Sesekali aku menyelam dan menjilati memeknya dari dalam air.

Setelah puas bermain-main, dan kontolku sudah ga tahan pengen merasakan kehangatan memek Yuli, maka kugiring Yuli ke tepi kolam. Dia masih tetap mengapung dengan ban yang melingkari tubuhnya. Aku bersandar di dinding kolam, kuputar tubuh Yuli hingga dia membelakangiku, kubuka pahanya lebar-lebar, dan pelan-pelan kontolku masuk ke memeknya. Rupanya bersenggama di air punya sensasi yang berbeda, karena setiap lendir di memek Yuli secara otomatis terbawa air, jadi memeknya tetap seret. Kumaju mundukan pantatku menyodok memek Yuli, dan sodokanku diimbangi oleh Yuli dengan memaju-mundurkan pantatnya, suara kecipak air terdengar keras.

Karena memeknya seret kontolku seperti diremas-remas. Nafsu Yulipun cepat naik, dia juga merasakan sensasi yang sama, makin lama grakan kami makin liar, makin cepat kupompa terus memek Yuli meski tidak bisa dengan full speed karena di dalam air. Tidak sampai 5 menit Yuli menegang dan ia mencapai orgasme. Cairan lendirnya segera dibasuh oleh air kolam, seketika menghilang dari memeknya. Aku terus memompa kontolku, tanganku yang satu meremas toketnya, yang satu memainkan jariku di lobang anusnya. Akibat lobang anusnya aku tusuk-tusuk pakai jariku, Yuli kelenjotan luar biasa, dan goyangannya itu semakin membuat jepitan memeknya dikontolku makin kencang. Lima menit kemudian kami orgasme bersama-sama.

Setelah itu kami mandi berdua di kamar mandi. Sehabis mandi kami keluar untuk cari makan. Selesai makan kami lakukan lagi persetubuhan di kamar dan di sofa. Hari itu aku benar-benar puas, dalam usiaku yang sudah 35 tahun, baru hari itu aku bisa orgasme 5 kali dalam sehari. Saat baru menikah, aku memang bisa orgasme sampai 9 kali dalam sehari. Tapi sejak umurku 30 lebih semakin menurun. Dan baru hari itu aku bisa lima kali.

Hubunganku dengan Yuli terus berlanjut sampai suaminya datang. Tapi sejak suaminya menjadi pimpinan perguruan tinggi tempat ia mengajar, dengan alasan menjaga nama baik, Yuli memutuskan hbungan kami. Dan sejak itu aku mulai mengenal perempuan lain selain istriku.

0 komentar:

Poskan Komentar

◄ Newer Post Older Post ►
 

Copyright 2011 Desah Asmara is proudly powered by blogger.com | Design by BLog Bamz Published by Template Blogger

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...